Analisis Semiotika pada Karya Vindy Ariella: Fear and Hesitation
Kata Kunci:
Semiotika, Lukisan, Katarsis, Gangguan Bipolar, Kerentanan EmosionalAbstrak
Seni rupa telah lama melampaui fungsi estetika, bertransformasi menjadi sarana komunikasi, kritik sosial, dan yang paling krusial, terapi psikologis (katarsis). Penelitian ini mengkaji lukisan "Fear in Hesitation" (2014) karya Vindy Ariella, seorang penyintas gangguan bipolar dan pendiri Bipolar Care Indonesia, yang menjadikan kanvas sebagai medan juang dan jurnal emosional. Permasalahan yang diuraikan adalah analisis semiotika pada lukisan, menjabarkan bagaimana struktur tanda visual bekerja untuk mengkomunikasikan kerentanan emosional, dan menganalisis peran karya tersebut sebagai antitesis terhadap narasi kepura-puraan (idealized self) yang diasosiasikan dengan isu narsistik di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus tunggal instrumental, didukung oleh kerangka teoretis Semiotika Struktural Ferdinand de Saussure dan Prinsip Psikologi Gestalt untuk menjamin analisis struktural dan perseptual. Data bersumber dari citra visual lukisan dan pernyataan kontekstual seniman. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen visual seperti skema warna monokrom, sapuan kuas tebal (impasto), dan figur meringkuk (Penanda) berkonvergensi untuk merepresentasikan Petanda konotatif berupa depresi akut, isolasi, dan paranoia yang dipicu oleh tekanan pikiran dan stigma sosial. Kesimpulannya, lukisan ini berfungsi sebagai sistem tanda visual yang mendokumentasikan perjuangan batin penyintas bipolar dan menjadi medium katarsis yang efektif, mengubah penderitaan menjadi bahasa visual yang membebaskan.